“…mimpi harus diwujudkan di sini dan saat ini, bukan dalam masa depan yang hipotetis, karena masa depan selalu dijual oleh para pendeta dari agama atau ideologi apa pun untuk merampas dari kita dengan impunitas. Kami menginginkan masa kini yang layak dijalani, bukan sekadar dikorbankan demi harapan mesianis akan surga dunia di masa depan. Untuk alasan ini, kami ingin membicarakan anarki yang diwujudkan sekarang, bukan di masa depan. ‘Semuanya sekarang’ adalah taruhan, permainan yang kami mainkan, di mana taruhannya adalah hidup kami, hidup semua orang, dan kematian kami, kematian semua orang…” — Pierleone Mario Porcu
Konsep ‘Organiasi Informal’ mengacu pada bentuk organisasi-organisasi yang beroperasi di luar hierarki tradisional. Tradisional yang biasanya dikaitkan dengan lembaga formal atau kelompok-kelompok anarkis. Organiasi Informal memiliki ciri dari segi fleksibilitasnya, desentralisasi, fluid, dan sifat anti-authoritarian. Pendekatan ini menekankan pada hubungan berbasis afinitas yang saling berhubungan dan jaringan yang didasarkan pada kepercayaan, tujuan bersama, dan prinsip-prinsip umum yang disepakati bersama yang berakar pada asosiasi bebas antar individu. Tidak seperti organisasi formal dengan menghendaki keberadaan pemimpin atau patronase, dewan atau aturan formal, Organiasi Informal muncul dari inisiatif individu. Hal ini memungkinkan individu atau kelompok kecil untuk secara mandiri merencanakan dan melakukan tindakan-tindakan perlawanan atau serangan terhadap segala bentuk sistem yang menindas.
Kekuatan Organisasi Informal terletak pada kemampuannya untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dengan sangat cepat, kemampuan beradaptasi, sewaktu-waktu dapar dibentuk atau dibubarkan, dan kreativitas yang berakar pada ketiadaan. Hal ini memungkinkan untuk mengkoordinasikan beragam tindakan yang dilakukan oleh individu-individu secara otonom atau kelompok-kelompok yang disatukan oleh keinginan bersama untuk pembebasan total–total liberation— serta mengakhiri unsur hierarkis.
Jaringan komunikasi–baik lokal ataupun internasional, hubungan pribadi atau personal, dan pertemuan-pertemuan informal adalah beberapa cara untuk penyebaran setiap kontra-informasi dan strategi penyerangan terhadap segala bentuk otoritas. Dapat dikatakan bahwa bentuk Informalitas akan selalu mengganggu setiap bentuk kekuasaan dengan berfokus pada interaksi yang terdesentralisasi, sehingga meminimalisir dan menghindari pengawasan, infiltrasi, dan represi otoritas Negara. Dengan cara ini, ketika satu kelompok dinetralisir, hal itu tidak akan mengarah pada pembongkaran seluruh struktur. Dengan menghindari struktur formal, kita memiliki tujuan untuk mengurangi kerentanan organisasi dan individu yang berada di dalamnya. Sekaligus memaksimalkan setiap potensi individu untuk melakukan tindakan aksi langsung yang benar-benar subversif dan menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.
L
Deah to the State
Death to Civilization
Death to Technological Society
Death to Prison-Society
Long Live the Conspiracy of Cell of Fire
Long Live the Free Association of Autonomous Fire
Long Live FAI/IRF
Long Live Anarchy!